Follow Us :

Perusahaan hedge fund dan pengelola dana raksasa di Amerika Serikat (AS) harus berhadapan dengan kejaksaan New York. Mereka dituduh dengan sengaja memindahkan dana dari suatu pos pendapatan biasa ke pendapatan investasi, demi terkena pajak lebih rendah. Memang, regulator belum pernah mengatur praktik ini. itu sebabnya, kejaksaan sedang memeriksa kelayakan praktik ini.

LABA suatu perusahaan tak selalu bersumber dari pendapatan besar yang disertai margin besar. Efisiensi, dengan cara mengurangi beban, bisa menjadi salah satu jurus memperbesar untung perusahaan.

Biasanya, perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi pos operasional tertentu, mengurangi aset menganggur, atau menggunting anggaran belanja ekspansi. Namun, ada juga perusahaan yang memilih mengurangi beban pajak. Ada perusahaan yang menjalankan syarat tertentu demi mendapat insentif pajak, ada pula yang mencari jalan memutar demi menghindari pajak.

Saat ini, Kejaksaan New York sedang melakukan penyelidikan terhadap lebih dari selusin perusahaan hedge fund, untuk memeriksa kelayakan strategi pengurangan pajak yang mereka lakukan. Praktik tersebut diduga menyebabkan mereka mampu berhemat jutaan dollar AS. Dana itu tak mengalir ke kantong pemerintah dalam rupa pajak.

Seorang sumber mengatakan, perusahaan yang menerima surat panggilan dari pihak kejaksaan antara lain pemain besar seperti Bain Capital LLC, KKR & Co LP, TPG Capital LP, Apollo Global Management LLC dan Silver Lake Partners LP.

Beberapa perusahaan pengelolaan dana seperti Sun Capital Partners, Clayton, Dubilier & Rice, Crestview Partners, HIG Capital, Vestal Capital Partners, dan Providence Equity Partners, juga turun mendapat surat panggilan dari kejaksaan.

Tujuan pemanggilan tersebut adalah mencari bukti terkait komisi (fee) ke nasabah, yang dikonversi menjadi dana investasi.

Praktik ini dikenal dengan istilah "pembebasan biaya manajemen". Jadi, pendapatan perusahaan yang dicatat berasal dari investasi dana akan dikenakan pajak 15%. Namun, tanpa konversi atau tercatat sebagai pendapatan biasa, terkena pajak 35%.

Caranya, perusahaan ekuitas ini akan memberikan pembebasan biaya komisi ke nasabah atas jasa pengelolaan dana. Komisi ini berkisar 1%-2% dari dana investasi. Sebagai ganti, investor mengizinkan duit mereka menjadi dana investasi perusahaan.

Keuntungan bagi para investor, mereka bisa menutup biaya jasa perusahaan ekuitas, yang seharusnya dikenakan. Sedangkan untuk perusahaan pengelola dana, mereka akan mendapat insentif memperlihatkan performa baik, sekaligus mengurangi beban pajak.

Jurubicara kantor Kejaksaan New York, Jennifer Givner enggan memberikan komentar. Begitu pula pendapat dan komentar dari perusahaan yang menjadi target investigasi belum bisa diperoleh.

Badan Internal Revenue Service (IRS) memang belum melarang praktik tersebut. Tapi, Ditjen Pajak Amerika Serikat itu lebih meminta perusahaan manajemen ekuitas melakukan pendekatan kepentingan dengan investor daripada mengurangi pajak.

Investigasi ini dipimpin oleh Biro Perlindungan Pembayaran Pajak Kejaksaan Agung New York. Biro ini dibentuk tahun lalu.

Saat ini, Kejaksaan New York yang dipimpin Eric Schneiderman mengurus berbagai kasus institusi keuangan seperti praktik yang mendorong krisis mortgage dan manipulasi bunga antarbank London (LIBOR).

April lalu, biro pajak ini menuntut Nextel Corp lebih dari US$ 300 juta dengan tuduhan penipuan pajak atas layanan jasa telepon perusahaan.

Kabarnya, kasus ini akan menjadi nilai tambah Barack Obama berkompetisi melawan Mitt Romney, mantan pimpinan Bain Capital, dalam mengejar kursi presiden berikutnya. Kekayaan Romney juga diinvestigasi karena melejit jadi US$ 250 juta setelah menjadi pimpinan Bain.

error: Content is protected