Follow Us :

MAKASSAR, KOMPAS — Total tunggakan pajak yang ditangani Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara sekitar Rp 600 miliar. Tahun ini, para wajib pajak yang menunggak itu akan ditagih untuk melunasi kewajibannya tersebut.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Aris Bamba, Selasa (12/1), mengatakan, tunggakan itu berasal dari wajib pajak perorangan dan badan. Namun, ia tidak ingat persis berapa jumlah wajib pajak yang menunggak.

"Tahun ini, kami akan berupaya menagih tunggakan pajak itu semaksimal mungkin sesuai prosedur yang berlaku," ujar Aris. Prosedur penagihan mulai dari teguran hingga surat paksa.

Jika tidak dilunasi juga, Aris mengatakan, pihaknya dapat menyita aset milik wajib pajak bersangkutan. "Apabila belum juga melunasi, dapat dilanjutkan dengan penyanderaan dan pencegahan ke luar negeri," ujarnya.

Aris mengatakan, Kanwil DJP menjadikan tahun 2016 sebagai tahun penegakan hukum setelah pada 2015 menitikberatkan kepada aspek pembinaan. Ini salah satunya dengan menerapkan sanksi denda 2 persen per bulan kepada wajib pajak yang terlambat membayar pajaknya.

Pada 2015, data sementara pajak yang terkumpul di Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara sebesar Rp 11,028 triliun. Dari jumlah itu, porsi terbesar diperoleh dari pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp 5,8 triliun dan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp 5,004 triliun.

Pendapatan pajak itu meningkat 22,7 persen ketimbang pada 2014 yang sebesar Rp 8,987 triliun. Namun, jumlah itu di bawah target yang dibebankan kepada Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara pada 2015, yakni Rp 13,052 triliun. Target tidak tercapai antara lain karena perekonomian melambat.

Untuk tahun 2016, Aris mengatakan belum ada target yang ditetapkan. Namun, ia memperkirakan target akan lebih tinggi ketimbang tahun lalu karena setiap tahun pembangunan membutuhkan sumber pembiayaan yang tinggi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Causa Iman Karana memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada 2016 meningkat jadi 7,5 persen-8,5 persen. Pada 2015, proyeksi pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi itu salah satunya dipicu banyaknya belanja pemerintah untuk proyek infrastruktur. Proyek infrastruktur besar yang sedang digarap di Sulawesi Selatan antara lain pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi dan pelabuhan Makassar New Port.

error: Content is protected