Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi mengatakan hingga sejauh ini Vietnam belum menerapkan STC karena beragam reaksi dari principal otomotif dan berhati-hati terhadap ketentuan World Trade Organization (WTO).
"Intinya, setiap mobil yang dijual itu dikenakan consumption tax. Kenyataannya dengan consumption tax ini, satu hal. Di lain pihak dengan zero percent, ternyata produk mobil yang dibuat di Vietnam tidak bisa bersaing dengan mobil utuh yang diimpor khususnya Thailand dan Indonesia," ujarnya akhir pekan lalu.
Vietnam merupakan salah satu tujuan ekspor terbesar kendaraan asal Indonesia di Kawasan Asean bersama Filipina. Sejauh ini, beberapa pemain otomotif yang telah melakukan ekspor ke Vietnam ialah merek Toyota melalui Toyota dan Daihatsu, Hino, Mitsubishi Motors dan terakhir Honda yang baru-baru ini telah mengapalkan Brio.
Terpisah, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan wacana tersebut merupakan upaya Vietnam melindungi pasar dalam negeri. "Tentunya mereka ingin semua merek, sebanyak-banyaknya berinvestasi di Vietnam," ujarnya kepada Bisnis. Dia berharap Pemerintah Indonesia menyiapkan aturan agar investor tidak pergi sekaligus melindungi industri otomotif dalam negeri.
