Hal tersebut disampaikan Dirjen Pajak, M Tjiptardjo, saat meresmikan gedung Kanwil DJP Jateng II di Jalan MT Haryono, Solo, Rabu (28/4/2010).
Namun Tjiptardjo menduga 45 persen lainnya tidak mengembalikan SPT Tahunan bukan karena apatis terhadap Ditjen Pajak, melainkan karena memang enggan membayar pajak. Banyak tokoh yang selama ini vokal mengkritisi berbagai persolan, tapi ternyata juga mangkir pajak.
"Tahun ini WPOP telah mencapai 16 juta orang. Ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Namun yang mengembalikan SPT ternyata juga hanya 55 persen saja lho. Lalu kemana yang 45 persen lainnya. Inilah pertanyaannya. Mungkin ada juga lho yang ikut duduk diantara kita ini," kata Tjiptardjo saat memberikan sambutan di hadapan para pejabat dan pengusaha lokal.
Tjiptardjo mengatakan, meskipun ada peningkatan jumlah WP OP yang cukup tajam pada tahun ini, namun ketaatan WPOP dalam memenuhi SPT masih relatif rendah.
Namun Ia menampik jika ketidaktaatan WP OP tersebut terkait dengan sikap apatis terhadap Ditjen Pajak karena terbongkarnya kasus mafia pajak.
"Saya kira tidak sejauh itu pengaruhnya. Terbongkarnya kasus itu kan baru-baru saja, sedangkan mereka seharusnya kalau memang mau membayar ya bisa sebelumnya. Memang banyak orang-orang galak yang tidak mau membayar pajak. Omongannya saja galaknya minta ampun mengkritisi sana-sini, tapi setelah dicek ternyata juga belum bayar pajak," ujarnya.
Saat ditanya, siapakah orang-orang yang disebutnya galak dan vokal mengkritisi berbagai hal tersebut, Tjiptardjo enggan menyebutkan secara detail. Dia hanya mengatakan orang-orang tersebut berada dimana-mana.
"Ya bisa yang di Senayan, di Semanggi, di Gatot Subroto, atau bahkan juga di Surakarta ini," kilahnya.
