MedanBisnis – Medan. Pajak USU Medan atau yang lebih familiar dengan Pajus sekarang telah menjadi lokasi bisnis yang menggeliat dan bisa meraup omset sampai belasan juta rupiah perharinya.
Meskipun operasionalnya hanya enam hari dalam seminggu, Pajus dengan 110 kios ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai sektor. Mulai dari jumlah pengunjung, ragam ataupun jenis dagangan sampai omset dan laba yang mereka peroleh perharinya selalu mengalami peningkatan.
Dedy (28), pemilik kios CD/DVD di Pajus, kepada MedanBisnis, Sabtu (15/5) mengatakan per harinya dia bisa menjual 500 hingga 700 keping CD/DVD. Harga per satuan CD/DVD adalah Rp 8000. Jadi dalam satu hari dia bisa mencapai omset Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
“Tapi untuk bulan ini ada penurunan sebenarnya. Yah, sekitar 20 persen lah,” ujar Dedy. Menurutnya, ini dikarenakan kios yang menjual CD/DVD sudah semakin bertambah. Sampai sekarang saja di Pajus sudah sampai 10 kios yang menjual dagangan yang sama dengannya.
Sementara itu Jordan Ginting (39), pemilik kios Tasya Accesorris, per harinya dia bisa meraup omset Rp 1,2 juta sampai Rp 2,2 juta. Dan itu akan meningkat 50% untuk hari Sabtu atau akhir pekan. Kios yang disewanya Rp 2,5 juta per tahun itu memiliki banyak pelanggan, terutama perempuan. Aksesoris yang paling banyak dicari adalah casing dan gantungan HP. Harganya berkisar Rp 5.000 sampai dengan Rp 8.000. “Selain itu yang paling laris adalah aksesoris rambut dan alat-alat make-up,” terang Jordan.
Lebih lanjut Jordan mengatakan, mungkin omset penjualannya akan semakin meningkat kalau saja dia bisa berjualan setiap hari, termasuk hari Minggu.
“Tapi belum ada wacana tentang itu sampai sekarang. Kita masih tetap mengikuti prosedur dari biro rektorat dan berjualan sesuai dengan hari operasionalnya kampus yakni sampai hari Sabtu. Tapi kita berharap ke depannya kita akan bisa berjualan hari Minggu. Meski yah, kita sudah sangat bersyukur dikasih tempat ini untuk berjualan,” ujar Jordan lebih lanjut.
Selain CD/DVD dan aksesoris, jenis dagangan yang paling laris dan banyak peminat di Pajus adalah nomor kartu ponsel, dan tersedia untuk semua provider. Menurut Neni (25), salah seorang karyawan kios ponsel di Pajus, dengan tiga kios yang mereka miliki, mereka bisa mencapai omset Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per harinya.
Kartu ponsel yang paling banyak peminat adalah Three. Dalam satu hari bisa terjual sampai 400 kartu dengan harga Rp 1.500 per item. Selain itu Axis, per harinya bisa laku 200 kartu dengan harga Rp 3.000 per item kartu. Juga ada Simpati Pede, bisa sampai 120 kartu dengan harga Rp 10.000 per item. XL dengan harga Rp 3.500 bisa terjual sampai 60 item per hari. “Ada Kartu yang nggak ada peminatnya sehari bisa nggak terjual satu pun,” ujar neni.
Neni berharap, pengunjung Pajus ke depannya semakin meningkat. Karena peningkatan pengunjung ini akan berimbas pada penjualan mereka. “Jadi kita akan semakin meningkatkan kualitas dan kuantiti dagangan kita. Kalau memang mau dapat omset yang besar, kuantiti dagangannya juga harus besar. Tapi karena modal kita pas-pasan, kita berharap dengan semakin banyaknya pengunjung ke Pajus, pendapatan kita juga akan semakin meningkat. Dengan begitu kan kita bisa menambah dagangan kita,” ujarnya.