Follow Us :

LONDON: Aturan perpajakan baru atas sektor perbankan yang dibebankan Pemerintah Inggris dalam kebijakan fiskal yang diluncurkan kemarin akan berdampak minimal bagi bank-bank AS yang beroperasi di London.

Analisa Seymour Pierce Ltd dan Merrill Lynch menunjukkan bank-bank skala internasional, seperti Goldman Sachs dan JP Morgan Chase & Co, kemungkinan hanya akan membayar seperempat dari total target penerimaan pajak perbankan senilai 2 miliar pound sterling (US$3 miliar) setahun.

Sementara itu, tutur Mark Phin, analis di Keefe, Bruyette, & Woods Ltd, lima bank terbesar di Inggris tersebut akan membayar 76% dari total penerimaan pajak perbankan yang diproyeksikan oleh Kementerian Keuangan Inggris.

"Dampaknya akan minimal bagi bank investasi AS. Goldman mungkin hanya membayar sekitar US$100 juta setahun, atau 1% dari pendapatan pajak itu. Ini berarti industri secara umum tidak akan membebankan biaya itu ke nasabah," komentar Richard Staite, analis Atlantic Equities di London, kemarin.

Goldman Sachs, yang merupakan perusahaan Wall Street paling untung dalam sejarah AS, mengatakan pajak atas satu kali pendapatan bonus di Inggris akan dikenai US$600 juta.

Dalam catatan kepada klien, Bank of America mengatakan keenam bank terbesar di Inggris akan membayar pajak sebesar 1,5 miliar pound sterling dari total proyeksi penerimaan pajak setahun sebsar 2 miliar pound sterling sedangkan sisanya sebesar 500 juta pound sterling akan dikontribusikan dari bank asing dan lainnya.

Inggris kemungkinan tidak akan kehilangan peringkat kredit AAA setelah pasar menyambut positif kebijakan fiskal yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron kemarin.

Fitch Ratings mengatakan kebijakan fiskal Inggris yang ambisius itu akan menjamin peringkat utang negara itu tetap di level AAA.

Padahal, pada 8 Juni lembaga pemeringkat itu meragukan kemampuan pemerintah mengelola anggaran dalam memulihkan perekonomian.

Pemangkasan anggaran terbesar Inggris sejak hampir 50 tahun lalu itu mendapat dukungan dari investor obligasi, sehingga tantangan Cameron saat ini adalah ketidakpuasan pemilih dan risiko penurunan ekonomi akibat kebijakan itu.

Osborned menjelaskan total pemangkasan defisit anggaran yang diajukan sebelumnya mencapai 113 miliar pound sterling (US$167 miliar), atau 15% dari anggaran senilai 737 miliar pound sterling untuk 2015.

error: Content is protected