Follow Us :

Total tunggakan pajak 100 besar perusahaan itu mencapai lebih dari Rp 17 triliun.

VIVAnews – Ditjen Pajak mengungkap sebanyak 100 perusahaan berpotensi menjadi penunggak pajak terbesar. Total tunggakan 100 perusahaan itu mencapai lebih dari Rp 17 triliun.

Dari data Dirjen Pajak Tjiptardjo yang disampaikan ke DPR tersebut pada Kamis, 28 Januari 2010, sebagian merupakan perusahaan milik negara. Bahkan, perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar yang selama ini juga mencetak laba besar.

Seperti Pertamina misalnya bisa mencetak laba hingga Rp 20 triliun, namun masuk dalam deretan wajib pajak yang berpotensi menunggak pajak.

BUMN yang menunggak pajak tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari pertambangan, penerbangan, perkebunan, perhubungan, perbankan hingga media. Namun, Tjiptardjo tidak merinci berapa potensi tunggakan pajak masing-masing perusahaan.

Berikut ini perincian data 100 perusahaan yang masuk deretan penunggak pajak, yang dicetak tebal adalah BUMN :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.

Pertamina (Persero)
Karaha Bodas Company LLC
Industri Pulp Lestari
Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Kalimanis Plywood Industries
Siemens Indonesia
Angkasa Pura II (Persero)
Bentala Kartika Abadi
Daya Guna Samudera Tbk
Direct Vision
Hyaat International-Asiapacific Limited
Djarma Aru
Televisi Republik Indonesia
Likpin LLC
Multi Kontrol Indonesia
Kereta Api Indonesia (Persero)
Bank BNI
TH Indo Platations
Ing International
Surya Dumai Industri Tbk
DSM Kaltim Melamine
Cosa International Group Limited
Bank Bukopin
Pasifik Satelit
PT Bukit Makmur Mandiri Utama
Bank Global International tbk
DP3KK
Gandhi Memorial International School
Sarana Niaga Perdana
Perdana Karya Perkasa Tbk
Sampoerna Agro Tbk
Seaunion Energy (Limau) LTD
Agoda Rimba Irian
Total E & P Indonesia
Avera Pratama
Steady Safe Tbk
Toyota Tsusho Indonesia
Kaltim Prima Coal
 Jakarta Llyod Kantor Pusat
Universal Foodwear Utama Indonesia
Sumalindo Lestari Jaya Tbk
General Food Industries
Inti Indosawit Subur
Holcim Indonesia Tbk
Kinantan Senaputra
Pembangunan Sarana Jaya
Planet Electrindo
Mobil Exploration Indonesia
Textra Amspin
Semen Tonasa
Kaltim Methanol Industri
Eka Manunggal Lestari
Perkebunan Nusantara XIV
Toyo Denso Indonesia
Pertamina Unit Pembekalan
Salim Ivomas Pratama
Gajah Tunggal Mulia
Intimutiara Kimindo
Perkebunan Hasil Musi Lestari
Petro Oxo Nusantara
Dwi Satya Utama
Jamsostek (pusat)
Wira Insani
Ragam Logam
PT Catur Gatra Eka Perkasa
Persero Perkebunan
Pakerin
Central Proteinaprima Tbk
Daesung eltec Indonesia
Merpati Nusantara Arlines
Madya Semarang
Hyundai Indonesia Motor
Aspirasi Luhur
Istaka Karya
Dongfang Electric Corporation Indonesia Project
Cakrawala Mega Indah
Gapura ANgkasa
Sun Hope Investment
Texmaco Taman Synthetics
Singgar Mulia
Pulau Sambu
Il Jin Sun Garment
LKBN Antara
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
Astina Putera
Pindo Deli Pulp And Papermills
Sragen Abadi Textile Industri
Kaltim Parna Industri
Korina Semarang
Tiga Ombak
Menara Tiga Diesel
Valu Trada Indonesia
Asrigita Prasarana
Ivo Mas Tunggal
Sinar Kencana Inti Perkasa
Mandiri Eka Mandiri
Deutsche Bank AG
Wirakarya Sakti
Gunung Bayan Pratamacoal
Garuda Indonesia.

 Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan

error: Content is protected