Follow Us :

CANBERRA: Australia akan menerapkan pajak sebesar 40% dari laba perusahaan pertambangan seperti BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan pensiun.

Kebijakan itu merupakan perubahan sistem perpajakan terbesar di Australia sejak Perang Dunia II dan tertuang dalam rencana perpajakan Menteri Keuangan Ken Henry selama 10 tahun dan menjadi tarif pajak atas laba perusahaan pertambangan terbesar di dunia.

"Berdasarkan peraturan yang diumumkan pada hari ini [kemaren], Australia menerapkan kebijakan pajak pertambangan terbesar di dunia," ujar Chief Executive Officer Minerals Council of Australia Mitch Hooke dalam pernyataan yang disebarkan melalui surat elektronik kemarin.

Hooke mengemukakan reputasi Australia sebagai negara dengan iklim investasi baik yang dibangun dan dipertahankan dari tahun ke tahun akan rusak secara dramatis dengan penerapan kebijakan perpajakan itu.

Dalam pernyataan itu, Pemerintah Australia mengatakan penerapan pajak atas laba perusahaan pertambangan mulai 2012, sehingga pendapatan pajak akan naik sebesar US$12 miliar (US$11,1 miliar) selama 2 tahun.

Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan peluang atas kebangkitan sektor pertambangan di negara itu, seiring dengan adanya lonjakan permintaan dari China dan India. Selain itu, penerapan pajak baru itu sebagai persiapan Perdana Menteri Kevin Rudd untuk pemilu pada 2011.

"Dengan kebijakan ini, pemerintah Australia akan meraih pendapatan yang sangat besar, sehingga bisa membantu memperkuat posisi ekonomi saat ini, dan meningkatkan kemakmuran," jelas Rudd.

Kebijakan Rudd berpotensi menimbulkan penolakan dari perusahaan pertambangan yang mampu menyumbang sebesar 9% ke dalam produk domestik bruto (PDB).

Wakil dari perusahaan pertambangan mengemukakan pemberlakuan pajak 40% dan pajak ganda akan menghambat rencana investasi senilai US$108 miliar. Namun, Rudd mengatakan siap menghadapi penolakan atas kebijakan ini.

"Pemerintah mengelola risiko atas perusahaan terbesar di industri pertambangan dan satu dari perusahaan itu telah menyelamatkan negara dari krisis keuangan global," jelas Keith De Lacy, Chairperson Macarthur Coal Ltd berbasis di Brisbane.

Macarthur Coal Ltd merupakan perusahaan pengolahan batu bara terbesar di dunia. Dia mengatakan setiap 50% laba bersih perusahaan digunakan untuk membiayai pengembangan dan eksplorasi, sedangkan situasi saat ini menyebabkan pertumbuhan perusahaan melambat.

Dalam laporan tertanggal 28 April, Citigroup mengatakan pajak pertambangan akan menurunkan daya saing Australia. Bank itu menyebutkan beban pajak perusahaan pertambangan saat ini sudah mencapai 35%.

error: Content is protected