Follow Us :

NEW YORK – Harga minyak dunia yang terus menurun membuat negara terbesar pengekspor minyak, Arab Saudi, harus memutar otak agar tidak terus menerus mengalami kerugian. Salah satu cara adalah harus memangkas belanja negara.
Dilansir dari laman CNN, Rabu (28/10/2015), Arab Saudi tidak mungkin menerapkan kenaikan pajak, namun mereka siap untuk memangkas setidaknya beberapa pengeluaran atau belanja pemerintah.

Ini tidak seperti untuk memangkas program belanja sosial dan militer layaknya yang pemimpin takutkan akan terulangnya pemberontakan Musim Semi Arab pada 2011.

"Dalam lingkungan dengan ketidak amanan regional dan ketidakstabilan domestik, kepingan jauh di bahwa kontrak sosial adalah sedikit berjudi politik," kata Henry Smith, seorang associate director konsultasi Control Risks yang berbasis di Dubai.

Namun Smith mengatakan, proyek belanja pemerintah yang besar sudah terlihat pengawasan yang jauh lebih besar.

"Beberapa proyek yang kurang ekonomis perlu sekali secara diam-diam disingkirkan," kata Smith.

error: Content is protected