Follow Us :

JAKARTA(SI) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan tujuh instruksi kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo.

Salah satunya,Agus diminta untuk terus melaksanakan reformasi perpajakan. Instruksi Presiden itu disampaikan saat melantik Agus Martowardojo sebagai menkeu dan Anny Ratnawati sebagai wakil menkeu (wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, kemarin.Menurut Presiden, Menkeu dan Wamenkeu harus mampu meningkatkan penerimaan sektor perpajakan. “Tingkatkan penerimaan dan cegah penyimpangan yang terjadi di bidang perpajakan,”tegas Presiden. Agus Martowardojo dilantik sebagai menkeu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 56/P/2010.Adapun Anny Ratnawati diangkat menjadi wamenkeu berdasarkan Keppres No 57/P/ 2010 dan diberi jabatan eselon IA.

Kedua keppres ini ditetapkan pada 20 Mei 2010. Saat membacakan sumpah jabatan yang dibimbing langsung oleh Presiden SBY,Agus Martowardojo sempat grogi. Presiden pun meminta Agus dan Anny untuk mengulang kalimat sumpah jabatan yang tidak lengkap.“Ulangi. Setia kepada Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Presiden yang kemudian diikuti oleh Agus dan Anny. Selain meneruskan reformasi perpajakan,instruksi lainnya adalah menyusun kebijakan fiskal yang prudent; meningkatkan pendapatan dalam negeri, baik pajak atau nonpajak; dan melanjutkan reformasi bea cukai. Kemudian mengembangkan kebijakan desentralisasi fiskal, meningkatkan kualitas pertanggungjawaban keuangan, serta memainkan peran di tingkat dunia.

Mantan Menkopolkam itu berharap Agus dan Anny bisa melaksanakan tugasnya ke depan bersama jajaran Kemenkeu. Presiden mengingatkan, tugas Menkeu dan Wamenkeu sangat penting dan tidak ringan. “Tapi saya yakin dengan tanggung jawab Saudara, dengan semangat, harus bisa semua itu dilaksanakan.Kalau ada masalah laporkan kepada Presiden atau Wapres untuk bersama-sama kita carikan jalan keluar,”ujarnya. Presiden kembali menegaskan, penunjukan Agus dan Anny didasari oleh penilaian terhadap kapasitas, integritas, dan pengalaman keduanya yang dinilai cakap dan mampu mengemban tugas sebagai menkeu dan wamenkeu. Kepala Negara berharap keduanya bisa mempertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormatan yang diberikan itu.

“Untuk tujuan yang baik, sengaja saya angkat Saudara-Saudara bukan dari representasi parpol, tetapi dari unsur profesional yang murni,” ujar Presiden. Menurutnya, Menkeu dan Wamenkeu merupakan pilar penting bagi pemerintahan, baik untuk menjalankan fungsi dan tugas pemerintahan maupun pembangunan. Menkeu Agus Martowardojo berjanji akan terus menjalankan reformasi birokrasi di Kemenkeu. Dalam sambutan seusai serah terima jabatan di Gedung Kemenkeu, Jakarta,kemarin,Agus mengajak jajaran Kemenkeu untuk membangun martabat korps sebagai pegawai negeri sipil (PNS) walau sampai saat ini proses remunerasi belum mencerminkan perbaikan kinerja. Mantan Dirut Bank Mandiri itu juga meminta kepada para pemangku kepentingan untuk membantu meningkatkan kinerja dengan meneruskan koordinasi yang telah terjalin dengan Kemenkeu.

Dia berharap Kemenkeu diberi kesempatan untuk menjalankan reformasi. Mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati optimistis Agus Martowardojo bisa meneruskan reformasi birokrasi yang telah dijalankannya selama ini. Menurutnya, Presiden telah sangat bijaksana dan berhati-hati dalam menunjuk Agus Martowardojo yang telah berpengalaman di Bank Mandiri. Di bagian,seiring dengan pelantikan Menkeu dan Wamenkeu,berita mengejutkan datang dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Anggito Abimanyu.Anggito memilih meng-undurkan diri dari Kemenkeu dan berniat kembali mengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Meski mengaku tidak kecewa dengan keputusan Presiden yang tidak mengangkatnya menjadi wamenkeu, keputusan mundur itu merupakan pilihan sikapnya atas proses pemilihan menkeu dan wamenkeu.

“Seharusnya enam bulan ini kan saya sudah menjabat sebagai wamenkeu, tapi tidak ada kepastian. Sekarang sudah ada wamenkeu definitif, jadi saya juga punya pilihan. Ini suara hati saja,apa pun keputusannya, saya punya sikap dan harga diri,”tegas Anggito. Nama Anggito Abimanyu pada awal Januari 2010 lalu sempat disebut sebagai kandidat wamenkeu. Ketika itu Istana Kepresidenan menyebut Anggito sebagai salah satu wakil menteri yang akan dilantik Presiden SBY.Namun,kemudian, dia batal dilantik lantaran terganjal masalah kepangkatan. Anggito mengaku legawa tidak terpilih menjadi wamenkeu.Namun, dia mempersoalkan proses pemilihan wamenkeu.“Prosesnya ini harus ada yang diperbaiki,”katanya.

Dia mengungkapkan,keinginan mundur sesungguhnya sudah direncanakan sejak lama.Namun,Anggito mengaku bimbang terhadap keputusannya itu ketika terlebih dahulu mendengar kabar mundurnya Sri Mulyani dari posisi menkeu.“Saya sudah 10 tahun di sini (Kemenkeu), sudah waktunya kembali ke institusi yang membesarkan saya,”ujarnya. Menko Perekonomian Hatta Rajasa membenarkan pengunduran diri Anggito. Hatta menampik bahwa Anggito mundur lantaran kecewa tidak dipilih SBY untuk menduduki jabatan sebagai wamenkeu.

“ Tidak ada kecewa,itu tidak betul,”kata Hatta. Hatta juga membantah jika disebutkan bahwa surat pengunduran diri Anggito sebagai Kepala BKF Kemenkeu sudah diterima Presiden SBY.Bahkan,Hatta secara tegas menolak pengunduran diri Anggito.

error: Content is protected