Follow Us :

JAKARTA – Tantangan dalam memasarkan kendaraan premium di Indonesia adalah pajak yang cukup tinggi. Dampaknya agen pemegang merek (APM) atau distributor resmi kendaraan terpaksa membanderol harga produk mereka dengan harga tinggi. Hal ini pun dihadapi Garansindo yang selaku distributor resmi motor merek Ducati.

Managing Director Ducati Indonesia Dhani Yahya menegaskan pihaknya akan mengikuti semua regulasi yang ditetapkan pemerintah, termasuk soal pajak.

"Untul luxury tax (pajak barang mewah) tentu kami sangat paham ini akan menjadi pemasukan bagi pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur, RAPBN, dan lain-lain. Maka kami akan ikuti semua regulasinya," ujar Dhani.

Namun sebagai pengusaha, lanjut Dhani, perlu dilakukan langkah dan strategi khusus untuk menyesuaikan harga jual sepeda motor Italia tersebut agar tetap bisa diterima oleh konsumen.

"Banyak hal yang sudah kami lakukan, misalnya mengefektifkan sisi operasional dan kegiatan marketing semaksimal mungkin. Kami juga merancang sedemikian rupa agar harga yang kami tawarkan untuk motor Ducati bisa diterima oleh target market kami, sehingga bisa mendapat angka penjualan yang optimal. Bisa dibilang, profit kami tipis," paparnya.

Dhani menambahkan, Garansindo Group yang menjual beragam merek kendaraan premium di Indonesia tetap membuka diri dengan pemerintah untuk berdiskusi mengenai angka pajak ini.

"Kami sebagai pengusaha sangat membuka diri untuk berdiskusi dengan pemerintah untuk membuat big bike market menjadi besar. Harapannya agar ada win-win solution baik itu berupa income untuk pemerintah, harga yang accesible untuk konsumen, dan agar pengusaha bisa lebih untung," tutup Dhani.

error: Content is protected