Follow Us :

JAKARTA: Investasi di enam sektor industri strategis diusulkan memperoleh pembebasan pajak penghasilan dalam waktu tertentu (tax holiday) untuk merangsang masuknya investasi baru di sektor khusus dan memperkuat struktur industri nasional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi menjelaskan investasi yang mendapatkan fasilitas tersebut mencakup perluasan usaha ataupun pendirian pabrik baru di kawasan tertentu.

Keenam sektor industri yang dinilai layak mendapatkan fasilitas tersebut adalah industri baterai lithium, televisi OLED (organic light emitting diode), industri perkapalan, elektronik, komponen mobil, dan sepeda motor.

Televisi OLED merupakan televisi berbasis layar emissive electroluminescent yang lebih tipis daripada LCD (liquid crystal display). Menurut dia, usulan itu telah disampaikan Kemenperin kepada Kementerian Koordinator Perekonomian pada 2009.

Saat ini, jelasnya, proses pembahasannya masih berlanjut seiring dengan inisiatif Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengubah konsep tax holiday menjadi PPh-DTP (pajak penghasilan ditanggung pemerintah).

Pekan ini, Menperin melontarkan wacana pengubahan konsep pembebasan pajak dengan insentif PPh-DTP. Insentif baru itu akan difokuskan untuk mendorong investasi di industri strategis seperti agroindustri, terutama produk turunan CPO (crude palm oil) dan kakao.

Sampaikan ke Menkeu

Menurut Hidayat, usulan itu segera disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kemungkinan besar, insentif PPh-DTP akan diberikan selama 6 tahun–8 tahun pada awal investasi.

Kemenperin dalam 2 pekan ke depan mendapat kesempatan dari Menkeu untuk mempresentasikan konsep insentif fiskal dan regulasi yang mendukung di bidang industri pengolahan. Konsep PPh-DTP, jelas Kemenperin, akan dipadukan dengan prospek investasi di berbagai sektor industri strategis.

"Bu Ani [Menkeu] memberi waktu kepada saya untuk presentasi mengingat saya mengetahui dengan baik penerapan insentif tersebut di kawasan Asean. Kalau ngomong begitu, berarti ada kemajuan," jelasnya.

Dedi menjelaskan berbagai usulan terkait pemberian PPhDTP kepada sektor-sektor industri pilihan kini mulai diperdalam secara interdep.

"Kemenperin mengusulkan penambahan sektor penerima insentif investasi mengingat setiap tahun pemerintah menargetkan penambahan investasi secara signifikan," katanya.

Menurut Dedi, insentif investasi layak diberikan kepada sektor manufaktur yang mampu membawa Indonesia menjadi basis produksi global.

Dia mencontohkan sejumlah prinsipal elektronik mulai berancang-ancang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baterai lithium secara global. "Misalnya, Panasonic menjadikan Indonesia basis produksi baterai lithium secara global di luar Jepang," paparnya.

Selain itu, insentif investasi semacam itu untuk memicu relokasi industri manufaktur sektor tertentu ke dalam negeri.

error: Content is protected