Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Surabaya dibuat pusing dengan banyaknya WP yang belum membayar kewajibannya. Dari 692.000 WP ternyata ada sekitar 4.000 wajib PBB yang menunggak selama 2012.Akibatnya,Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) mengaku terus memutar otak untuk menagih para penunggak pajak ini.
Kepala Dispenda Kota Surabaya Suhartoyo menuturkan, pihaknya terus memacu pendapatan dari sektor pajak. Salah satunya dengan mendatangi rumah-rumah Wajib Pajak. “Kami akui untuk data yang ada saat ini masih kurang baik, tapi untuk tahun mendatang akan kami perbaiki,” ujar Suhartoyo, kemarin. Ia melanjutkan, pihaknya memang belum memenuhi capaian target penarikan pajak. Salah satu alasannya, banyak pemilik rumah tidak ada,objek pajak yang tercatat ternyata berupa fasum, BTKD sampai tempat ibadah.
Dari 4.000 penunggak, sebenarnya sudah ada 2.200 yang mendatangi kantor Dispenda untuk menyelesaikan tunggakanya. Bahkan Dispenda juga memberikan kelonggaran bagi 283 wajib pajak yang membayar dengan cara mengangsur.Namun, ada sekitar 1.000 WPyang sulit tertagih karena kendala di lapangan seperti rumah kosong dan fasum.
“Kendalanya kan banyak, ada yang satu objek memiliki surat ganda, bahkan ada yang objeknya tidak ada ketika petugas berusaha mendatangi,” katanya. Dispenda sendiri mengklaim sudah menagih Rp520 miliar atau 68% dari target Rp790 miliar. Oleh karena itu, Dispenda Kota Surabaya mengancam menyita barang penunggak pajak, khususnya PBB. “Bayangkan saja dari 692.000 wajib pajak, masih ada ribuan yang menunggak sampai saat ini,”keluhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Surabaya M Machmud meminta agar Dispenda membuat program khusus terkait besarnya angka WP yang nunggak. Salah satunya dengan menerapkan ino-vasi seperti yang dilakukan Pemprov Jatim. “Apapun caranya bisa dilakukan asalkan wajib pajak bisa ditagih. Itu yang terpenting,” tegasnya.
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan,selama ini program di pemprov lebih banyak diaplikasikan pada penarikan pajak kendaraan bermotor.Namun, tidak ada salahnya jika Dispenda mengadopsi cara tersebut. “Inovasi ini itu penting untuk memacu potensi pendapatan. Menurut saya WP akan membayar kalau ada keringanan,”pungkasnya.
