Jakarta, CNBC Indonesia-Direktur Riset Bright Institute M. Andri Perdana memperkirakan tekanan inflasi pada 2025 bisa mencapai 4,8%, dari yang saat ini di level bawah 2% karena kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%.
“Kita baru menghitung potensi pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan kembali turun menjadi di bawah 4,8%, lebih rendah dari 2023 yang sebenarnya sudah lebih rendah dari 2022,” tegas Andri kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/12/2024).
