Follow Us :

Ditjen Pajak hindari penumpukan surat pemberitahuan  
   
 JAKARTA: Direktorat Jenderal Pajak akan menggunakan mekanisme penyampaian surat pemberitahuan (SPt) tahunan PPh dalam bentuk elektronik atau disebut e-SPT, untuk menghindari terjadinya penumpukan.

Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution mengatakan penggunaan e-SPT tersebut adalah untuk mempermudah wajib pajak dalam kewajibannya menyampaikan SPt.

"Kita tidak mau seperti terjadi pengurusan nomor pokok wajib pajak [NPWP] yang menumpuk. Selain memudahkan wajib pajak itu juga memudahkan kita," katanya akhir pekan lalu.

Dalam rangka itu, Darmin juga telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak (Perdirjen) tertanggal 20 Januari 2009 No. 6/PJ/2009 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Dalam Bentuk Elektronik.

Namun, penyampaian e-SPT itu baru dapat digunakan mulai 1 Juli 2009 bagi wajib pajak yang telah ditetapkan terdaftar di kantor pelayanan pajak (KPP) berdasarkan keputusan Dirjen Pajak yang berlaku sebelum perdirjen ini ditetapkan.

Sementara itu, bagi wajib pajak yang ditetapkan terdaftar di KPP berdasarkan keputusan Dirjen Pajak yang berlaku setelah berlakunya perdirjen ini, penyampaian e-SPT dapat dilakukan terhitung sejak awal bulan keenam setelah bulan wajib pajak ditetapkan.

"Wajib pajak yang dalam menyampaikan SPt tidak memenuhi ketentuan dimaksud [waktu penyampaian e-SPT] dianggap tidak menyampaikan SPt dan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan," tulis perdirjen itu.

Ajukan ulang

Bagi wajib pajak yang sudah terlebih dahulu menyampaikan e-SPT sebelum berlakunya perdirjen itu, tetap diwajibkan menyampaikan ulang SPT dalam bentuk elektronik.

Darmin menuturkan kebanyakan negara maju telah menggunakan mekanisme e-SPT dalam penyampaian SPt tahunan.

"Di kita [Indonesia] belum bisa diwajibkan tapi kita mendorong orang melakukan itu dan kita buat sistemnya agar mereka mudah mengaksesnya," ujarnya.

Prosedur penyampaian e-SPT besarta lampirannya harus dilaporkan dengan menggunakan media elektronik (CD, disket, flash disk, dan lain-lain) ke KPP di mana wajib pajak terdaftar. Sebelum mengisi e-SPT, Ditjen Pajak terlebih dahulu memberikan aplikasi e-SPT cuma-cuma kepada WP.

Direktur Ekstensifikasi dan Intensifikasi Perpajakan Ditjen Pajak Hartoyo belum lama ini menyatakan jumlah NPWP saat ini mencapai 10 juta lebih. Dari jumlah itu, SPt mulai masuk pada Maret 2009.

error: Content is protected