Follow Us :

Pemerintah memperluas basis wajib pajak dan obyek pajak untuk menambah jumlah wajib pajak dan menggenjot penerimaan. Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution mengatakan perluasan wajib pajak dilakukan dengan tiga pendekatan. "Tiga pendekatan itu adalah berbasis properti, pemberi kerja, dan profesi," kata dia seusai rapat kerja Panitia Anggaran DPR di Jakarta, Rabu lalu. Pendekatan berbasis pemberi keija dan bendaharawan negara dilakukan untuk menambah wajib pajak dengan sasaran karyawan swasta, dari anggota staf sampai komisaris, pegawai negeri sipil, bahkan pejabat negara.

Pendekatan kedua dilakukan berbasis properti dengan sasaran orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan atau memiliki tempat usaha di pusat belanja. Perluasan basis pajak juga dilakukan dengan pendekatan profesi, sasarannya adalah profesional, seperti dokter, artis, pengacara, notaris, dan akuntan.

Usaha itu sudah dilakukan satu setengah tahun lalu dan hasilnya terdapat penambahan 2 juta pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) baru. "Dua tahun lalu jumlah NPWP 4 juta, tapi sekarang sudah 6 juta," kata Darmin. Usaha perluasan basis pajak yang dipadu dengan program intensifikasi akan terus dilakukan dan jadi andalan untuk menggenjot penerimaan pajak pada 2009. Dalam paparan di sidang paripurna DPR, Selasa lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kebijakan itu ditempuh untuk mengantisipasi dampak negatif penurunan tarif pajak penghasilan (Pph) orang pribadi, PPh badan, dan kenaikan penghasilan tidak kena pajak.

error: Content is protected