Follow Us :

Yang belum memiliki NPWP akan dikenai pajak penghasilan lebih tinggi dan biaya fiskal.

SURAKARTA – Tunggakan pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah II Jawa Tengah mencapai ratusan miliar rupiah. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak II Soerjotamtomo Soedirdjo. "Hingga awal 2007, total tunggakannya mencapai Rp 248,5 miliar," kata Soerjo kepada Tempo di ruang kerjanya kemarin.

Dari jumlah itu, kata Soerjo, masih ada tambahan tunggakan sejak awal 2007 hingga sekarang sebesar Rp 75,9 miliar. Kantor Wilayah II Jawa Tengah membawahkan 12 kabupaten/kota di Jawa Tengah bagian selatan. Karena itu, wajib pajak yang membandel terpaksa dicekal.

Dari tunggakan sebesar itu, baru beberapa wajib bermasalah yang menyelesaikan kewajibannya. "Tahun ini kami mencairkan Rp 32,8 miliar," katanya. Pencairan terbanyak dari Karanganyar, mencapai Rp 15,4 miliar.

Akibat banyaknya tunggakan, Kantor Pajak terpaksa melakukan serangkaian hal terkait dengan pemberian sanksi, di antaranya surat peringatan, denda, penyitaan dan pelelangan aset, dan pencekalan bagi wajib pajak yang membandel.

"Tahun ini Kantor Wilayah II Jawa Tengah telah melakukan pencekalan terhadap delapan orang wajib pajak," papar Soerjo. Tapi dia enggan menyebutkan nama-nama wajib pajak yang dicekal itu. "Jumlah yang dicekal terbanyak dari Surakarta," ujar dia.

Dengan beberapa sanksi tersebut, Soerjo berharap masyarakat dapat memenuhi kewajiban membayar pajak. "Target kami tahun ini Rp 3,13 triliun," ujarnya. Hingga saat ini, pihaknya telah menyelesaikan 82 persen dari target yang ditetapkan. Dan di akhir tahun nanti, dia berharap target itu bisa terpenuhi.

"Kami berharap program Sunset Policy bisa dimanfaatkan masyarakat," kata Soerjo. Dia mengingatkan, masyarakat yang belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) hingga akhir 2008 akan dikenai pajak penghasilan lebih tinggi dan dikenai biaya fiskal jika melakukan perjalanan ke luar negeri.

Ahmad Rafiq

error: Content is protected