Follow Us :

Stimulus fiskal lebih efektif diterapkan di Indonesia dibandingkan dengan stimulus infrastruktur. Menurut Deputi Evaluasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Bambang Widiyanto, hingga Juni 2009 kontribusi stimulus perpajakan terhadap pertumbuhan ekonomi lebih besar daripada kontribusi stimulus infrastruktur.

Ini terjadi karena stimulus infrastruktur belum bisa dilaksanakan dari awal tahun. Sebaliknya stimulus fiskal yang diberikan dalam bentuk keringanan pajak telah diterapkan terlebih dahulu.

"Sampai Juni kemarin, stimulus infrastruktur masih diserap kurang dari 5%. Tapi kalau stimulus pajak sudah dari awal dicanangkan. Artinya, pertumbuhan ekonomi kita sudah ditolong benar oleh stimulus pajak," kata Bambang,

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi na-sional untuk semester 1/2009 (yoy) sebesar 4,2%. Ia menyebutkan dengan angka pertumbuhan yang masih positif, pertanda bahwa stimulus pajak memang sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. "Jadi bisa dibilang kalau stimulus pajak malari Iebih efektif di Indonesia," ujarnya.

Hingga akhir Juli 2009, penyerapan stimulus infrastruktur tercatat masih di bawah 5%, yaitu 4,9%. Hingga akhir Juni baru terserap 4,57%. Ini berarti dari Juni hingga Juli, penambahan penyerapan infrastruktur hanya terealisasi 0,33%.

Namun di Agustus, penyerapan stimulus infrastruktur diperkirakan akan mencapai angka 10%. "Dominasi masihada di Departemen Pekerjaan Umum (PU). Di tingkat pusat telah menyerap 10% dari pagu anggaran. Namun di daerah masih kurang dari 1%," tuturnya.

Pencapaian penyerapan 10% itu seiring dengan adanya sejumlah proyek yang sudah masuk ke tahap penyelesaian. Proyek stimulus yang tinggal menunggu penyelesaian antara lain di Departemen ESDM. Di departemen ini ada proyek pembangkit listrik yang tinggal menunggu kedatangan impor mesin.

"Karena itu memuat 70% dari jatah anggaran. Otomatis penyerapannya bisa banyak," imbuhnya.

Pemerintah menggulirkan paket stimulus senilai Rp73,3 triliun dengan komposisi Rpl2,2 untuk infrastruktur, Rp43 triliun untuk fiskal dan sisanya untuk keringanan di bagian cukai. Sementara itu, mengenai penyerapan stimulus fiskal, Bambang mengatakan pihaknya tidak dapat merinci besarannya.

error: Content is protected