Follow Us :

JAKARTA — Penggunaan dana stimulus ekonomi ditargetkan dapat membuka lapangan kerja untuk 700 ribu hingga 1 juta tenaga kerja. Target ini wajib dicapai jika tidak ingin penganggur semakin menumpuk. "Kalau hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tidak terkejar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan kemarin.

Setiap tahun, dia menjelaskan, angkatan kerja baru bertambah 2,5 juta orang. Asumsinya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5 persen, baru terserap 2 juta tenaga kerja. "Belum ditambah penganggur yang sudah ada," kata Rusman.

Berdasarkan data BPS per Agustus 2008, angka pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Angka pengangguran itu sudah turun dari posisi Februari 2008 yang sebesar 9,43 juta jiwa (8,46 persen).

Angka pengangguran itu diakui Rusman belum menunjukkan posisi setelah adanya krisis ekonomi global. "Dampak krisis pada angka tenaga kerja diperkirakan baru akan terlihat pada survei BPS awal tahun ini," tuturnya.

Rusman melanjutkan, untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja dengan dukungan stimulus ekonomi, diperlukan penggunaan dana yang intensif. Pemerintah saat ini sudah merencanakan penggunaan sebagian besar dana stimulus untuk pembangunan infrastruktur. Dari stimulus Rp 15 triliun yang akan dicairkan tahap kedua, Rp 6 triliun di antaranya akan dialokasikan untuk infrastruktur.

Tahun ini pemerintah mengucurkan stimulus ekonomi sejumlah Rp 27,5 triliun dari yang direncanakan Rp 50 triliun. Sebesar Rp 12,5 triliun di antaranya sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009 dan dialokasikan ke enam bidang usaha sektor riil melalui keringanan pajak 31 sektor usaha.

Harun Mahbub

error: Content is protected