Follow Us :

Emiten buru insentif pajak  

JAKARTA: Emiten di Bursa Efek Indonesia akan menggencarkan aksi secondary offering (penawaran saham kedua) pada tahun ini setelah pemerintah memutuskan 59 perusahaan terbuka berhak mendapatkan insentif PPh.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Khusus Herry Sumardjito mengatakan ke-59 emiten itu telah mendapatkan pengurangan tarif pajak penghasilan (PPh) badan 5% dari tarif normal. Insentif itu berlaku untuk tahun pajak 2008.

"Berdasarkan PP-nya [PP No. 81/2007 tentang Penurunan Tarif PPh Bagi Wajib Pajak Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka], diskon pajak ini berlaku 1 Januari 2008 atau tahun pajak 2008," katanya kemarin.

Untuk insentif PPh tahun pajak berikutnya, lanjut Herry, wajib pajak (WP) harus kembali mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) guna diverifikasi persyaratannya.

"Setiap tahun dievaluasi. Kalau tahun itu ada perubahan [komposisi kepemilikan saham], Bapepam yang akan mengawasi dan selalu mengirimkan ke Ditjen Pajak."

Akan tetapi, dia menolak menyebutkan nama-nama emiten penerima insentif ini.

Pemberian insentif pengurangan tarif PPh badan 5% merupakan amanat Pasal 17 Ayat 2 huruf b UU No. 36/2008 tentang PPh (lihat grafis).

Sekjen Asosiasi Emiten Indonesia Gunawan Tjokro yakin insentif itu dapat membuat emiten berlomba-lomba melakukan penawaran kedua dan memperbanyak jumlah investor ritel.

Dia menjelaskan insentif itu berguna bagi perusahaan yang sudah memiliki investor ritel di bawah kepemilikan 5% dengan jumlah besar, terutama pada saat kondisi ekonomi belum pulih benar seperti sekarang.

Gunawan memprediksikan calon emiten baru di bursa juga akan terpacu memiliki pemegang saham ritel hingga di atas syarat insentif itu.

Menurut dia, pemberian insentif itu tidak akan membuat pemerintah rugi, karena emiten akan terus-menerus berusaha mendapatkan keuntungan lebih baik setiap tahun. "Pada dasarnya tak ada perusahaan yang ingin merugi."

Gunawan menjelaskan pemberian insentif kepada 59 perusahaan itu merupakan hasil pengajuan dari 79 emiten.

Dia menduga 20 emiten yang tidak mendapat insentif itu karena adanya daerah abu-abu, yaitu terkait dengan keterbukaan pemegang saham bersama.

Menurut dia, ada beberapa pemegang saham menggabungkan saham mereka dengan pemegang saham lain di sebuah bank kustodian, tetapi tidak terdeteksi secara langsung oleh Ditjen Pajak.

Insentif 2009

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Perusahaan Masuk Bursa M. Ismiransyah M. Zain menambahkan batas akhir pengajuan permohonan insentif Tbk untuk tahun pajak 2009 adalah 31 Januari 2009. "Jadi, mulai sekarang bisa mengajukan ke Bapepam-LK. Kalau untuk tahun pajak 2008, sudah tutup per 15 Maret," tambahnya.

Herry mengakui pemberlakuan insentif itu akan mengakibatkan potential loss terhadap penerimaan pajak. Namun, dia belum mengetahui secara pasti angka potensi rugi yang akan ditimbulkannya.

Dia juga mengingatkan semangat pemberian insentif itu untuk mendorong pengusaha mendaftarkan perusahaannya di pasar modal.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan menolak memerinci emiten yang telah mendapatkan insentif.

Dia menyarankan agar Bisnis bertanya kepada Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida sebagai koordinator. Namun, Nurhaida tidak mengangkat telepon dan tak membalas pesan singkat yang dikirimkan kemarin.

error: Content is protected