Follow Us :

Jakarta – Kementerian Negara BUMN dan Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan membentuk tim khusus terkait penyelesaian masalah pemblokiran rekening PT Perkebunan Nusantara VII, X, dan XI.

Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu, permasalahan tersebut telah diselesaikan menyusul adanya pertemuan pada Kamis (2/4), dengan Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution dan direksi ketiga perusahaan perkebunan. “Setelah bertemu, Dirjen Pajak dan direksi BUMN sudah ada kesepahaman,” ujarnya, saat ditemui di kantornya, Kamis sore.

Said menjelaskan bahwa pemblokiran rekening terjadi karena perbedaan tafsir antara Ditjen Pajak dengan perseroan. “Ada yang kena pajak, tapi tak kena pajak,” ujarnya. Akan tetapi, ia tidak mau merinci lebih detail perbedaan perhitungan pajak antara Ditjen Pajak dengan perseroan karena kedua belah pihak masih melakukan perundingan.

Dengan adanya perbedaan tafsir tersebut, ujar Said, sempat mengganggu jalannya operasi pabrik gula. Bahkan, terganggunya kegiatan operasional berdampak lanjutan pada perawatan mesin produksi, perbaikan infrastruktur transportasi, perawatan tanaman tebu, serta pengadaan pupuk bagi petani. Selain itu, musim giling yang dijadwalkan dilakukan dua bulan lagi bisa mundur.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Wilayah II PTPN VIII-XIV Adji Muljono, mengungkapkan, pemblokiran rekening bank tersebut karena telah terjadi tunggakan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Jasa Giling terhitung pada 2001, 2003, dan 2004, PTPN X harus membayar pajak pertambahan nilai jasa giling sebesar Rp 89,88 miliar. Sementara itu, PTPN XI dan VII masing-masing membayar Rp 18,58 miliar dan Rp 13,8 miliar.

Adapun rekening PTPN X dan XI telah diblokir sejak 2 Maret 2009. Sisa dana PTPN X di rekening yang telah diblokir sekitar Rp 25 miliar, PTPN XI sebesar Rp 20 miliar. Sementara itu, dana PTPN VII hanya cukup untuk kegiatan operasional selama sebulan.

Dia menjelaskan, dasar pemblokiran rekening PTPN X di Bank Mandiri berdasarkan surat Ditjen Pajak Nomor S-15/2009 tanggal 24 Februari 2009, sedangkan pemblokiran rekening PTPN XI berdasarkan surat Ditjen Pajak No S-16/2009 tanggal 24 Februari.

error: Content is protected