Follow Us :

JAKARTA. Kabar baik bagi pengusaha elektronik nasional. Departemen Perindustrian (Depperin) akan mengusulkan lagi penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk lima kelompok produk elektronik ke Departemen Keuangan (DepKeu). Saat ini, PPnBM beberapa produk elektronik itu mencapai 5% sampai 25%

Kelima kelompok produk itu adalah televisi diatas 29 inchi, pendingin ruangan alias air conditioner (AC) di atas 1 PK alias daya kuda, kamera digital seharga di atas Rp 2 juta, mesin  cuci berkapasitas lebih dari 10 kilogram (kg), dan kulkas di atas 180 liter.

Tujuan insentif ini membantu pengusaha elektronik menghadapi dampak krisis. Ini juga bentuk kompensasi pemerintah yang tidak memberi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) bagi industri elektronik tahun depan ."Sebagai ganti PPN-DTP, kami usul industri elektronik mendapat penghapusan PPnBM," ujar Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi.

Jika tak ada halangan, PPnBM 0% lima produk ini berlaku tahun depan. Saat ini, rencana ini tinggal menunggu persetujuan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, baru diajukan ke Depkeu.

Sebelum lima produk itu, medio Oktober lalu, pemerintah sudah menghapus PPnBM tiga kelompok produk elektronik, yakni televisi 21 inci hingga 29 inci, mesin cuci ukuran 6 kg sampai 10 kg, dan kamera digital yang harganya dibawah Rp 2 juta. Jika pemerintah kembali menghapus PPnBM lima produk baru, itu, tahun depan, akan ada kelompok produk elektronik yang PPnBM-nta 0%.

Ketua Umum Gabungan Elektronik (Gabel) Rahmat Gobel girang mendengar kabar ini. "Penghapusan PPnBM dapat memperbesar peluang Indonesia menjadi basis produksi para produsen elektronik global," katanya, selain itu,pengapusan PPnBM juga bisa menjadi perangsang menarik investor.

Ketua Umum Elektronic Marketer Club (EMC) Agus Subiantoro minta penghapusan PPnBM sesuai perubahan pasar. Produk televisi, misalnya, harus sesuai tren pasar yang mengarah ke televisi LCD (liquid crystal display). Selama ini, televisi LCD di atas 29 inci masih kena PPnBM."Jika PPnBM LCD juga hilang, itu akan mampu merangsang pasar,"ujar Agus.

Agus berharap kebijak ini mendorong industri elektronik yang pada semester pertama tahun depan bisa turun 20%.

Nurmayanti

error: Content is protected