Follow Us :

JAKARTA: Direktur Jenderal Pajak pada tahun ini menyidik 80 kasus perpajakan dengan nilai kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp1,91 triliun.

Kepala Sub Direktorat Penyidikan Ditjen Pajak Pontas Pane mengutarakan kasus-kasus tersebut umumnya merupakan kasus kecurangan atas pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh). "WP [Wajib Pajak] ada yang WP perorangan dan juga ada WP badan," jelasnya, kemarin.

Dia menuturkan modus operandi yang dilakukan oleh WP a.l. tidak melaporkan omzet, tidak melaporkan penghasilan sebenarnya, memungut PPN namun tidak disetorkan ke kas negara, dan membuat faktur pajak fiktif."Sektor-sektor yang melanggar di antaranya perdagangan, industri, trading, pabrikan dan perkebunan."

Menurut Pontas, sektor yang paling banyak melakukan kecurangan itu adalah sektor perkebunan yakni kelapa sawit.

error: Content is protected