Follow Us :

Jakarta — Pertumbuhan penerimaan pajak mulai melambat pada Oktober 2008 karena terimbas krisis keuangan dan perlambatan ekonomi dunia. Penerimaan pajak Oktober hanya tumbuh 21,55 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini juga tergolong lambat jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan pajak bulanan sebesar 39-40 persen.

"Dampak krisis keuangan dunia mulai terlihat walau belum signifikan," kata Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution di Jakarta kemarin. Pertumbuhan pajak yang melambat dipengaruhi oleh penurunan penerimaan pajak pertambahan nilai impor yang menurun.

Meskipun pertumbuhan pada Oktober melambat, Darmin tetap optimistis penerimaan pajak sampai akhir tahun di atas target dalam APBN Perubahan 2008. "Jadi yang ditanyakan sekarang berapa besaran penerimaan pajak di atas target," katanya.

Menurut Darmin, penerimaan pajak tahun ini sampai 31 Oktober sebesar Rp 463,980 triliun. Angka ini naik 43,07 persen dibanding pada periode Januari-Oktober 2007, yang hanya Rp 324,295 triliun. Sampai akhir Oktober lalu, pencapaian penerimaan pajak sudah 86,8 persen dari target. Padahal pada periode sama 2007 hanya 75 persen. "Jauh di atas pencapaian tahun lalu," katanya.

Terkait dengan pajak orang kaya, Direktorat Jenderal Pajak sudah mengantongi daftar orang kaya yang akan dikejar pembayaran pajaknya. Mereka terdiri atas orang terkaya dan ternama, selebritas, pengacara beken, dan bintang film hebat. "Kami sudah punya datanya," kata Darmin.

Menurut Darmin, Direktorat Jenderal Pajak akan mengundang para high wealth individual pekan depan untuk diberi penjelasan soal pajak dan fasilitas Sunset Policy.

Sementara itu, target penerimaan pajak tahun depan yang dibebankan dalam anggaran negara dinilai cukup berat. Salah satu faktor pemicunya adalah ancaman krisis keuangan dan perlambatan ekonomi global. "Risiko tidak tercapai menjadi ada," katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak menyiapkan beragam langkah. Salah satunya intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan. "Jadi tidak usah terlalu khawatirlah," katanya.

Gunanto ES

error: Content is protected