Follow Us :

"Program tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki penerimaan dari sektor pajak penghasilan orang pribadi,"

 

 

JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak akan mengirim surat kepada orang-orang kaya agar membetulkan pembayaran pajak mereka melalui kebijakan sunset policy (penghapusan sanksi pajak) yang akan berakhir 31 Desember 2008.

"Program tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki penerimaan dari sektor pajak penghasilan orang pribadi," ujar Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution seusai acara sosialisasi sunset policy kemarin.

Darmin menyatakan pihaknya akan meminta penjelasan tentang pembayaran pajak orang-orang yang tergolong dalam high wealth individual tersebut. "Kalau tidak ada penjelasan yang cukup lebih baik, manfaatkan fasilitas sunset policy dan betulkan pembayaran pajaknya," katanya.

Sayangnya, Darmin enggan memerinci berapa jumlah orang kaya yang akan disurati tersebut. Tapi, berdasarkan laporan kekayaan dunia tahunan ke-12 yang dirilis Merrill Lynch dan Capgemini pada 25 Juni 2008, jumlah jutawan di Indonesia tahun lalu meningkat 16,8 persen menjadi 23 ribu orang.

Pertumbuhan jumlah orang kaya Indonesia terbesar kelima di dunia dan ketiga di Asia.

Merrill Lynch mendefinisikan jutawan adalah seseorang yang memiliki kekayaan senilai lebih dari US$ 1 juta dalam bentuk aset finansial, seperti uang tunai, ekuitas, dan surat berharga.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak memang telah berencana akan membentuk Kantor Pelayanan Pajak khusus untuk orang-orang kaya. Kemudian, untuk memaksimalkan pembayaran pajak dari pajak penghasilan badan, Pajak juga melakukan pendataan 200 wajib pajak badan besar di setiap kantor wilayah.

Dari 330 kantor pajak yang tersebar di seluruh Indonesia, Pajak akan memperoleh 66 ribu wajib pajak terbesar untuk kemudian dibandingkan dan diperiksa pembayaran pajaknya.

Gunanto ES

error: Content is protected