Follow Us :

JAKARTA. Pemerintah lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memastikan fee alias upah pungut penyetoran pajak bakal di bagikan pada tahun ini juga. Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution mengatakan, fee bakal di terima oleh bank dan kantor pos tahun ini berdasarkan banyaknya jumlah transaksi penyetoran SSP. "Kapan mulai berlaku, mulai tahun berjalan ini," ujar Darmin, Jumat (28/3).

Darmin menjelaskan, lantaran dana untuk pembagian fee belum dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009, maka paling tidak fee baru bisa dibagikan semester dua. "Yang harus diketahui, pembagian fee ini tidak berlaku surut dan baru mulai berlaku sejak payung hukum terbit," sambung Darmin yang masih enggan membocorkan berapa sebenarnya dana yang akan dialokasikan pemerintah.

Menurut Darmin, dengan adanya pembagian fee bagi bank dan kantor pos yang menerima pembayaran pajak maka pelayanan terhadap masyarakat yang menjadi wajib pajak (WP) dapat jauh lebih baik.

Perlu diketahui, setidaknya saat ini ada 83 bank yang menerima pembayaran pajak melalui SSP. Sebanyak empat bank diantaranya merupakan bank milik pemerintah. Sedang 35 lainnya adalah bank swasta, sembilan bank asing, 21 bank pembangunan daerah, dan 14 bank campuran.

Total unit yang menjadi tempat pembayaran pajak termasuk kantor pos mencapai 2.101 unit. Tahun 2008, ada sekitar 26 juta SPP yang masuk. Sebanyak 55% di antaranya dilayani oleh Pos Indonesia, Bank Mandiri, Bank BNI, BRI, dan BCA.

Martina Prianti
error: Content is protected