Follow Us :

JAKARTA – Penerimaan pajak nonminyak dan gas (migas) 2009 akan bertambah Rp 100,8 triliun kendati berbagai tarif pajak penghasilan diturunkan mulai tahun depan. Menurut Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution, penerimaan pajak nonmigas akan meningkat dari Rp 480,8 triliun pada 2008 menjadi Rp 581 triliun tahun depan. "Jadi tetap ada kenaikan meski ada potensial lost dari penurunan-penurunan tarif," katanya dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, peningkatan sebesar 21 persen itu lebih tinggi daripada rata-rata peningkatan penerimaan pajak nonmigas dalam lima tahun terakhir yang hanya 19,17 persen.

Peningkatan penerimaan itu disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan sektor informal sebesar 13,7 persen, peningkatan kepatuhan 3 persen, peningkatan penerimaan akibat sektor melonjaknya (booming) 1,5 persen, ekstensifikasi atau perluasan basis pajak 1 persen, serta usaha intensifikasi sebesar 10,3 persen. "Penyebab pertumbuhan penerimaan terbesar karena upaya intensifikasi. Karena itu, upaya ini yang akan kami utamakan," kata Darmin.

Menurut dia, secara total, pertumbuhan penerimaan pajak 2009 sebenarnya mencapai 29,47 persen. Tapi angka itu dikurangi oleh kehilangan penerimaan akibat revisi Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) sekitar 8 persen atau sebesar Rp 40,8 triliun. Potensi kehilangan penerimaan itu berasal dari penurunan tarif pajak penghasilan badan sebesar Rp 14,3 triliun, penurunan dan perubahan lapisan tarif pajak penghasilan orang pribadi Rp 11,6 triliun, kenaikan penghasilan tidak kena pajak Rp 5,3 triliun, penurunan tarif emiten Rp 2,4 triliun, penurunan tarif dividen Rp 1,1 triliun, serta pembebasan fiskal Rp 1,7 triliun.

Kendati target peningkatan penerimaan pajak tahun depan cukup signifikan, menurut dia, rasio penerimaan pajak dibanding produk domestik bruto (tax ratio) sebesar 19 persen masih belum tercapai. "Produk domestik bruto kita melonjak.

Akibatnya, target tax ratio itu mungkin tak bisa dicapai," ujarnya. Saat ini tax ratio Indonesia masih berada di level 13,5 persen. Rasio pajak sebesar 19 persen ditargetkan tercapai tahun depan.

Gunanto ES

error: Content is protected