Follow Us :

JAKARTA, Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution mengakui, krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini mengakibatkan penerimaan pajak melambat. Itu terlihat dari pertumbuhan penerimaan pajak September-November 2008 berkisar 20%.
               
”Padahal, bulan-bulan sebelumnya penerimaan pajak bisa bertumbuh di atas 30%,” ujar Darmin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12).
               
Selain itu, menurut dia, penerimaan pajak yang melambat juga terlihat dari kuartal per kuartal. Pada kuartal I-2008, pertumbuhan total penerimaan pajak sebesar 52,94% dibanding periode yang sama di 2007 (year on year/yoy), untuk penerimaan pajak nonmigas tumbuh 45,92%.
               
Pada semester I-2008 pertumbuhan total penerimaan pajak adalah 50,78%, untuk pajak non migas pertumbuhannya 48,38%. Kemudian Januari-September 2008 total pertumbuhan penerimaan pajak adalah 46,39% dan untuk pajak non migas pertumbuhannya 42,37%.
               
"Kami lihat persentasenya melambat. Memang pertumbuhan Januari-November 2008 masih 41,04%, tapi mulai cenderung melambat karena pengaruh gejolak krisis dunia. Dan pada Desember 2008 juga akan sedikit melambat meskipun masih bertumbuh," papar Darmin.
               
Dia menjelaskan, realisasi penerimaan pajak dari Januari hingga November 2008 mencapai Rp 508,48 triliun atau meningkat 41,04% (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 360,512 triliun. 
               
”Total penerimaan pajak Rp 508,48 triliun itu berarti sudah 95,13% dari target APBN-P 2008, dan tinggal 5% lagi untuk Desember 2008,” kata Darmin.
               
Darmin menambahkan, dari total penerimaan tersebut, untuk penerimaan pajak nonmigas periode Januari-November 2008 mencapai Rp 437,38 triliun atau tumbuh 37,63% (yoy). Sedangkan untuk penerimaan PPh migas mencapai Rp 71,09 triliun atau meningkat 66,5% (yoy).
               
"Untuk pajak nonmigas sampai November 2008 sudah mencapai 90,96% dari target APBN-P 2008, sedangkan untuk PPh migas sudah mencapai 132,5% dari APBN-P 2008," terangnya.
               
Data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat, empat rincian penerimaan pajak pada Januari-November 2008. Pertama, PPh nonmigas realisasinya Rp 226,14 triliun tumbuh 30,44% (yoy), atau mencapai 90% dari target APBN-P 2008. Kedua, PPN dan PPnBM sebesar Rp 183,54 triliun atau tumbuh 51,95% (yoy), atau 93,9% dari target APBN-P 2008. Ketiga, PBB Rp 20,426 triliun atau tumbuh 15,8% (yoy), dan mencapai 80,85% dari target APBN-P 2008. Keempat, BPHTB Rp 4,52 triliun yang tumbuh 28,75% (yoy), atau sudah 83,39% dari APBN-P 2008.
(raj)
error: Content is protected