Follow Us :

Pemerintah Buat Aturan Baru

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak akan menertibkan konsultan pajak pada tahun depan. Dirjen Pajak Depkeu Darmin Nasution menyatakan untuk melakukan hal itu, pemerintah akan membuat regulasi yang baru.

"Kita akan tertibkan dengan membuat peraturan baru untuk menyempurnakan hak dan kewajibannya," katanya ditemui usai acara sosialisasi Sunset Policy Wajib Pajak Besar di Jakarta Senin (1/12).

Darmin menambahkan, pihaknya akan melakukan registrasi ulang terhadap konsultan-konsultan pajak yang sudah bersertifikat. Sampai saat ini, pensiunan pegawai pajak otomatis diberikan sertifikat untuk membuka konsultan pajak. Namun nantinya, kata dia, tidak akan semudah itu untuk mendapatkan sertifikasi konsultan pajak. "Kita akan perbarui peraturan itu," katanya.

Lebih lanjut, Damin menyatakan saat ini tengah dilakukan review terhadap pensiunan pegawai pajak bersertifikat. "Kita tidak tahu siapa yang efektif menjadi konsultan," katanya. Nanti, kata Darmin, bisa saja diatur dalam peraturan baru dimana pensiunan harus mengikuti ujian terlebih dahulu sebelum mendapatkan sertifikat.

Sebelumnya, dalam sosialisasi tersebut salah seorang peserta mengadukan banyaknya konsultan jalanan yang menjadi penghubung antara wajib pajak dan petugas pajak. Ia meminta Ditjen Pajak untuk menertibkan para konsultan jalanan tersebut.

Diminati

Sementara itu, Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia Cabang Semarang JM Harianto menyatakan profesi konsultan pajak mulai diminati masyarakat. Setidaknya hal itu dilihat dari pelaksanaan ujian sertifikasi konsultan pajak yang diadakan Badan Penyelenggara Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak Indonesia di Semarang, 25-27 November.

”Dulu, masyarakat Semarang dan sekitarnya harus ke Jakarta untuk mengikuti ujian. Tapi sejak 2008, karena peminatnya cukup banyak, ujiannya bisa dilaksanakan di Semarang,” jelas dia di sela-sela pelaksanaan ujian sertifikasi di Hotel Telomoyo, Jl Gajahmada Semarang, pekan lalu.  Namun, lanjut dia, untuk lolos ujian sertifikasi itu tidak mudah.

”Pada ujian Mei silam, sebanyak 21 peserta dari Semarang, hanya dua orang yang lulus, dua orang gagal, sedangkan lainnya mengulang.”Sementara, pada ujian bulan November, diikuti 32 peserta dari Semarang dan 15 orang dari Yogyakarta. Pengumuman kelulusan pada awal 2009.  ”Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat. Yang bersangkutan berhak mengajukan izin kerja untuk menjadi konsultan pajak kepada Ditjen Pajak.”

Abdul Syukur, praktisi perpajakan Jateng yang juga pimpinan TTC Tax Center Jl Singosari Selatan I/11 Semarang menyatakan sebelum mengikuti ujian sertifikasi konsultan pajak, seseorang sebaiknya mengikuti kursus brevet.

error: Content is protected