Follow Us :

JAKARTA: Kemenpera menyiapkan sejumlah insentif bagi pengembang dan konsumen rusunami pada 2009 untuk mempertahankan harga jual Rp144 juta per unit dan mengejar target program 1.000 menara terwujud pada 2011.

Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) Zulfi Syarif Koto mengatakan ada berbagai aturan lagi yang tengah dibahas dan siap dikeluarkan pada tahun depan untuk menarik lebih banyak pengembang terjun ke bisnis rumah susun sederhana milik (rusunami) ini.

"Tahun depan rusunami akan dapat beberapa tambahan insentif, pengembang dan konsumen jangan khawatir, pemerintah berkomitmen kuat terhadap program ini," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Beberapa aturan itu di antaranya biaya pemasangan dan penetapan tarif listrik dan air golongan rendah yang disetarakan dengan rumah sederhana sehat (RSh). Kemenpera juga sedang mengusulkan pajak pertambahan nilai (PPN) jasa konstruksi proyek rusunami ditanggung oleh pemerintah sehingga beban pengembang berkurang.

Kemenpera juga akan mendesak pemerintah daerah agar melakukan mengurangi tarif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk proyek ini.

Selain itu, kata Zulfi, sejumlah daerah seperti Batam dan Makassar sudah membebaskan berbagai retribusi perizinan proyek ini.

Rencana insentif tersebut semakin menambah fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Sebelumnya pemerintah menetapkan aturan pajak penghasilan (PPh) final sebesar 1% untuk rusunami dan pembebasan PPN bagi konsumen.

Di sisi konsumen, anggaran subsidi perumahan pada 2009 mencapai Rp2,5 triliun juga memberikan kepastian terhadap program penyediaan hunian vertikal ini.

"Kami harus memerhatikan pengembang dan konsumen. Insentif harus merata agar proyek ini sukses, pasokan rusunami cepat bertambah diimbangi dengan kemampuan konsumen," ujar Zulfi.

Berdasarkan data Kemenpera, jumlah rusunami yang sudah masuk tahap konstruksi mencapai 87 menara yang tersebar di DKI Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Surabaya, dan Batam. Sebanyak 432 menara lainnya sudah masuk proses perizinan di berbagai kota besar Indonesia seperti Manado, Makassar, Medan, dan Yogyakarta.

Peminat bertambah

Dia mengatakan selama sepekan ini pengembang baru yang berminat menggarap proyek ini juga semakin bertambah menyusul peresmian proyek rusunami perdana di Cengkareng oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Zulfi, sehari setelah peresmian dan serah terima proyek rusunami itu, banyak pengembang baru yang menyatakan minatnya bergabung dalam program tersebut.

"Ada pengembang yang menelepon langsung, ada juga yang datang ke kantor. Mereka sangat bersemangat. Ini menambah keyakinan kami untuk terus memberikan dukungan," jelasnya.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) F. Teguh Satria mengatakan pengembang akan tetap mendukung program pemerintah tersebut dan mengikuti seluruh aturan main yang ditetapkan.

"Selama aturannya jelas, kami tetap akan dukung. Dalam situasi krisis keuangan seperti ini, minat pengembang terhadap proyek rusunami akan semakin bertambah," kata Teguh.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan pemerintah juga harus segera membuat berbagai perangkat aturan soal pengelolaan rusunami sejak dini. Jangan sampai berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah terhadap pengembang dimanfaatkan oleh konsumen yang membeli rusunami nonsubsidi.

error: Content is protected