Follow Us :

Jakarta – Departemen Perindustrian (Depperin) mengusulkan adanya penerapan pengurangan pajak ganda (double deduction tax) bagi sektor industri kreatif terutama untuk bidang riset dan pengembangan (R&D).

Selama ini proses kegiatan R & D sudah dikurangi pajaknya ,namun pada saat komersialisasi belum dikurangi.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Fauzi Aziz diacara konferensi per di sela-sela JCC, Minggu (28/6/2009).

Aziz melanjutkan, di banyak negara sudah diterapkan pengurangan pendapatan kena pajaknya sehingga sudah seharusnya Indonesia pun menerapkannya. Selain itu dalam ketentuan organisasi perdagangan dunia (WTO)  juga tidak melarang adanya subsidi (pajak) bagi kegiatan pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia.

"Saat komersialisasi biaya-biaya hasil riset dan pengembangan bisa 100% dikurangkan dari pendapatan kena pajak, pengurangan juga dibolehkan untuk seluruh biaya yang dikeluarkan saat proses kegiatan penilitian," ucapnya.

Selama ini kontribusi ekonomi industri kreatif di Indonesia jumlahnya cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga diharapkan dengan langkah-langkah pengurangan pajak di dua sisi bisa mendongkrak kinerja industri kreatif.

"Dua tahun lalu proporsi kotribusi  industri kreatif menyumbang 6,3% dari PDB dan pada 2008 ini, jumlahnya sudah menyumbang 8%," imbuhnya.

error: Content is protected