Follow Us :

JAKARTA:Penyelesaian dugaan penggelapan pajak PT Asian Agri Group berjalan lamban kendati Kejaksaan Agung dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sudah melakukan koordinasi. Pekan lalu, Kejaksaan Agung kembali memulangkan berkas perkara ke Ditjen Pajak.

Sebelumnya, Ditjen Pajak sudah menyerahkan dua berkas atas tersangka Goh Bun Seng dan Willyhar Tamba. Keduanya adalah petinggi PT Dasa Anugrah Sejati, anak perusahaan Asian Agri.

Namun, Kejaksaan Agung menganggap berkas penyidikan kedua tersangka belum lengkap karena tidak menyertakan nilai kerugian negara atas perbuatan kedua tersangka. "Kami ingin jelas dulu berapa kerugian dari kedua tersangka itu," terang Jaksa Agung Muda Pidana Umum Abdul Hakim Ritonga, Jumat (15/5).

Pengembalian berkas penyidikan penggelapan pajak perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto ini bukan yang pertama kali terjadi. Berkas tersebut sudah berulangkali bolak-balik dari Kejaksaan Agung dan Ditjen Pajak.

Padahal, kedua lembaga sudah sepakat mengurangi perbedaan persepsi dalam penyusunan berkas penyidikan ini. Pada 3 April 2009 lalu, kedua institusi ini menggelar rapat bersama agar proses penyidikan penggelapan pajak ini bisa cepat selesai.

Direktur Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak Muchammad Tjiptardjo mengaku belum menerima pengembalian berkas itu. Namun, dia membantah jikalau pihaknya belum memasukkan angka kerugian dalam berkas itu. "Sekitar Rp 235 juta kalau tidak salah," katanya.

Nilai itu hanya secuil dari total kerugian atas dugaan penggelapan pajak Asian Agri. Sebelumnya, Ditjen Pajak mengungkapkan, total kerugian negara akibat dugaan penggelapan pajak Asian Agri sebesar Rp 1,3 triliun selama periode 2002 hingga 2005. Nilai kerugian itu atas perbuatan 13 tersangka dugaan penggelapan pajak tersebut.

Jaksa Agung Hendarman Supandji mengaku kecewa akibat lambannya proses penyidikan ini. Sebab, menurut Hendarman, waktu penyelesaian berkas penyidikan ini sudah melewati target yang disepakati semula.

Awalnya, Kejaksaan mengusulkan tempo waktu penyelesaian sekitar tiga hingga empat bulan. "Namun, Ditjen Pajak menyatakan sanggup menyelesaikan dalam waktu sebulan," Kata Hendarman.

Catatan saja, penyelidikan dugaan penggelapan pajak Asian Agri ini sudah berlangsung sejak 2007 lalu. Namun tak satu pun berkas penyidikan yang masuk ke pengadilan. Selain masih ada perbedaan persepsi, penyidikan juga terganjal gugatan pra peradilan dari Asian Agri atas penyitaan barang bukti.

Diade Riva Nugrahani

error: Content is protected