JAKARTA — Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan akan melanjutkan reformasi perpajakan. Dalam pidato perdananya sebagai Menteri Keuangan kemarin, ia menyatakan akan mengubah orientasi agar wajib pajak memiliki kesadaran lebih baik dengan merasakan manfaat dari pajak yang dibayarkan.
"Saya tidak bisa bayangkan menjaga penerimaan negara, khususnya pajak, kalau hanya bergerak untuk mencari," ujar Menteri Keuangan pertama yang berasal dari kalangan bankir itu di kantornya.
Agus juga mengajak semua pegawai di Kementerian Keuangan membangun komitmen dan niat bekerja sama, meski fasilitas yang diberikan pemerintah kepada pegawai negeri sipil belum ideal. Menurut dia, semangat itu perlu untuk membawa Indonesia mencapai pertumbuhan dan menyejahterakan rakyat. "Kami ingin Kementerian bisa meneruskan etos kerja yang sudah ada dan martabat kebanggaan korps PNS bisa dibangun bersama," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin melantik Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk itu menjadi Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara. Presiden juga melantik Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
Prestasi di Mandiri
– Pada 2006, setahun setelah menjabat Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Agus mengumumkan nama-nama debitor kakap yang menunggak membayar pinjaman di bank itu.
– Berkat gebrakan itu, Mandiri berhasil menekan kredit bermasalah (NPL) hingga mencapai 0,53 persen per 31 Mei.
– Aset perseroan juga terus tumbuh dan saat ini mencapai lebih dari Rp 319 triliun.
