Follow Us :

JAKARTA. Ada kabar baik bagi wajib pajak yang memenuhi syarat tertentu. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan memberikan pengembalian pendahuluan kelebihan atau restitusi pajak.

Wajib pajak yang berhak mendapat restitusi pajak adalah: Pertama, orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. Kedua, orang pribadi yang menjalankan usaha dengan kelebihan bayar sebesar Rp 1 juta atau paling banyak 0,5% dari jumlah peredaran usaha.

Ketiga, wajib pajak badan dengan jumlah peredaran usaha paling banyak Rp 5 miliar dan kelebihan byar kurang dari Rp 10 juta. Keempat, pengusaha kena pajak yang menyampaikan surat pemberitahuan masa pajak pertambahan nilai (PPN) dengan jumlah penyerahan terbanyak Rp 400 juta dan klebihan bayar paling banyak Rp 28 juta.

Ketentuan tersebut termaktub dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 40/PJ/2009 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak bagi Wajib Pajak yang Memenuhi Persyaratan Tertentu. Peraturan ini terbit pada 7 Juli 2009 lalu.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Djoko Slamet Suryo Putro mengatakan, pengembalian pendahuluan restitusi pajak bertujuan memberikan peningkatan pelayanan sekaligus kemudahan bagi wajib pajak yang memenuhi syarat tertentu. “Tanpa didahului proses pemeriksaan,” katanya kepada KONTAN Senin (13/7).

Peraturan tata cara pengembalian pendahuluan restitusi pajak merupakan petunjuk pelaksana Pasal 17 D Undang-Undang Nomor 28 Tahun 28 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Wajib pajak yang memenuhi persyaratan tertentu itu harus menyampaikan permohonan ke kantor pelayanan pajak dengan mengisi kolom direstitusikan atau dikembalikan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) atau surat tersendiri.

Anggota Komisi Keuangan (XI) DPR Andi Rahmat mengatakan, pembayar pajak sudah menanti Peraturan Ditjen Pajak itu. “Peraturan itu mempermudah restitusi, khususnya wajib pajak badan ujarnya.

error: Content is protected